LA M3



1. Jurnal [Kembali]

Nama                       : Shafira Zilka Assyifa

NIM                         : 2410951025

Kelompok                : 19

Tanggal Praktikum  : 30 September 2025

Asisten Praktikum   :

  • Faren Muhamad Abdad
  • Nabila Rahmazia Putri


1. Inverting Amplifier

Rf (kΩ)

Vi (V)

Hitung

Gain  


Vout

Bentuk Gelombang

 

 

20

 

 

5 V

-2

0.486 V

 

 

 

 

50

 

 

1.714 V

-5

8.25 V

 

 

 

 

80

 

 

1.714 V

-8

9.84 V

 

 



2. Komparator 

V1 (V)

V2 (V)

Vout

 

3 V

 

1 V

-10 V

 

1 V

 

3 V

11.26 V


3. LPF -20dB

 

Frekuensi

 

Vin

Vout

Grafik Sinyal

100 Hz

1.744 V

1.464 V

 

 

500 Hz

1.729 V

0.513 V

 

 

1000 Hz

1.707 V

0.261 V

 

 


Sketch Grafik Bode Plot

 

 


4. HPF 40dB

 

Frekuensi

 

Vin

Vout

Grafik Sinyal

100 Hz

1.738 V

0.535 V

  

  

500 Hz

1.727 V

1.583 V

 

  

1000 Hz

1.707 V

1.667 V

 

  


Sketch Grafik Bode Plot

 

 


 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Inverting Amplifier

a.     Susun rangkaian seperti pada gambar 3.6


                                                Gambar 3.6 Rangkaian Inverting Amplifier

b.     Hubungkan Function generator dan Osiloskop ke rangkaian inverting amplifier

c.     Hidupkan Osiloskop dan Function generator 

d.     Ukur nilai tegangan keluaran dari inverting amplifier

e.     Catat hasil tegangan keluaran ke jurnal yang telah disediakan 

 

2. Komparator Amplifier 

a.     Susun rangkaian seperti pada gambar 3.7

                  Gambar 3.7 Rangkaian Komparator Amplifier

 

b.     Atur nilai tegangan V1 dan V2 menggunakan resistor variabel pada modul 

c.     Aktifkan rangkaian komparator amplifier dengan menghubungkan ke sumber listrik 

d.     Ukur nilai tegangan keluaran dari rangkaian komparator amplifier 

e.     Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.

 

3. Low Pass Filter 

a.     Buatlah rangkaian LPF -20dB seperti pada gambar 3.8


 

                                                         Gambar 3.8 Rangkaian LPF -20dB

b.     Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.  

c.     Hubungkan function generator ke input rangkaian LPF -20dB. 

d.     Hubungkan probe pertama osiloskop ke input dan probe kedua ke output.

e.     Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100 Hz  - 1000 Hz 

f.      Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop.

g.     Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter

h.     Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.

 

4. High Pass Filter 

a.     Buatlah rangkaian HPF 40dB seperti pada gambar 3.9  

 

Gambar 3.9 Rangkaian HPF 40dB


b.     Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.  

c.     Hubungkan function generator ke input rangkaian HPF 40dB. 

d.     Hubungkan probe pertama osiloskop ke input dan probe kedua ke output.

e.     Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100 Hz  - 1000 Hz 

f.      Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop

g.     Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter

h.     Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan. 

 

3. Video Percobaan [Kembali]

1. Video Penjelasan Kondisi 5



2. Video Penjelasan Inverting Amplifier



3. Video Penjelasan Komparator



4. Video Penjelasan LPF -20dB



5. Video Penjelasan HPF 40dB



4. Analisa[Kembali]

1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian  Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan.

Jawab:

            Prinsip kerja Inverting Amplifier adalah sinyal masukan (Vin) diberikan ke terminal inverting (−) melalui resistor Rin​, sementara terminal non-inverting (+) di-ground. Dengan adanya umpan balik negatif melalui resistor Rf, op-amp menjaga agar tegangan pada input (−) hampir sama dengan ground (virtual ground). Arus dari Vin mengalir melalui Rin​ dan Rf, sehingga menghasilkan tegangan keluaran:

Artinya,output terbalik 180° dari input dengan besar penguatan ditentukan oleh perbandingan resistor Rf dan Rin.

Berdasarkan hasil percobaan:

  • Pada Rf = 20 kΩ, gain perhitungan adalah 2. Hasil pengukuran menunjukkan tegangan output sekitar 0.486 V, dengan bentuk gelombang terbalik (fase 180°) dibanding input.
  • Pada Rf = 50 kΩ, gain perhitungan −5. Hasil pengukuran output sekitar 8.25 V, juga mengalami pembalikan fase.
  • Pada Rf = 80 kΩ, gain perhitungan adalah −8. Output terukur sekitar 9.84 V, dan masih terbalik fasenya terhadap input.


2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi? Apakah output stabil atau terdapat ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.
Jawab:

            Pada percobaan, saat V1>V2 didapati Vout = -10V dan pada saat V1<V2 didapati Vout = 11,6V. Prinsip komparator yaitu membandingkan dua tegangan input, dimana V+>V- = +Vsaturasi dan V+<V-= -Vsaturasi. Ketika tegangan input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi, output menjadi sangat sensitif terhadap gangguan kecil sehingga muncul kondisi tidak stabil atau chattering, yaitu output berosilasi cepat antara level tinggi dan rendah akibat adanya noise atau fluktuasi sinyal. Hal ini terlihat dari percobaan bahwa output hanya stabil saat perbedaan tegangan input dengan referensi cukup jauh, sedangkan pada kondisi mendekati titik transisi, output rawan berubah-ubah. Untuk mengatasinya biasanya ditambahkan histeresis agar peralihan output lebih tegas dan stabil.


3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya.
Jawab:

            Nilai hasil perhitungan teoritis jauh lebih besar dibandingkan hasil pengukuran pada praktikum. Secara teori, output mengikuti rumus:

Vout = - (Rf / Rin) Vin 

namun pada pengukuran amplitudo output lebih kecil dan terbatas.

Perbedaan ini terjadi karena adanya keterbatasan catu daya op-amp (tidak bisa menghasilkan tegangan melebihi atau lebih rendah dari tegangan supply), efek saturasi, serta kemungkinan loss pada komponen dan perbedaan metode pengukuran (RMS, peak, atau p-p).

Dengan kata lain, secara teori output mengikuti perhitungan matematis, tetapi pada praktik output dibatasi oleh kondisi riil op-amp dan rangkaian sehingga hasil tidak persis sama.


4. Analisa prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.

Jawab:

            Low Pass Filter (LPF) bekerja dengan melewatkan sinyal frekuensi rendah dan meredam sinyal frekuensi tinggi. Dari hasil percobaan, pada Vin = 5 V diperoleh Vout sangat kecil (0.261–1.464 V) pada 100–1000 Hz. Ini menunjukkan bahwa frekuensi input jauh di atas frekuensi cut-off (≈ beberapa Hz), sehingga sinyal keluaran sangat teredam. Gelombang output tetap sinus tetapi amplitudonya kecil.


5. Analisa prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.

Jawab:

            High Pass Filter (HPF) seharusnya melewatkan sinyal frekuensi tinggi dan meredam sinyal frekuensi rendah. Dari hasil percobaan, tegangan output terbesar terjadi pada 1000 Hz (1.667 V), semakin rendah frekuensi (500 Hz dan 1000 Hz), output semakin besar (0.535 V dan 1.583 V).


5. Download File[Kembali]

  1. Download File Laporan Akhir [Klik Disini]
  2. Download Video Penjelasan Kondisi [Klik Disini]
  3. Download Video Percobaaan Inverting Amplifier [Klik Disini]
  4. Download Video Percobaaan Komparator [Klik Disini]
  5. Download Video Percobaaan LPF -20dB [Klik Disini]
  6. Download Video Percobaaan HPF 40dB [Klik Disini]
  7. Download Datasheet Multimeter [Klik Disini]
  8. Download Datasheet Resistor [Klik Disini]
  9. Download Datasheet OP-AMP [Klik Disini]
  10. Download Datasheet AC [Klik Disini]
  11. Download Datasheet Kapasitor [Klik Disini]
  12. Download Darasheet Osiloskop [Klik Disini]

Comments