LAPORAN AKHIR
JURNAL PRAKTIKUM
RLC SERI DAN RLC PARALEL
Nama :
Shafira Zilka Assyifa
No. BP
: 2410951025
Tanggal Praktikum:
20 Mei 2025
Asisten
: Ghina Salsabila
Putri Aulia Hasanah
RC Seri
RLC Seri
RLC Paralel
|
Beban |
V terukur |
I terukur |
I1 |
I2 |
I3 |
V pada beban |
Impedansi |
|
Xa = 100 ohm |
5,94 V |
18,8 A |
0,081 A |
0,081 A |
0,081 A |
5,94 V |
0,314 |
|
Xb = 1 mH |
5,94 V |
18,8 A |
17,9 A |
17,9 A |
17,9 A |
5,94 V |
0,314 |
|
Xc = 10 uF |
5,94 V |
18,8 A |
0,029 A |
0,029 A |
0,029 A |
5,94 V |
0,314 |
1. RC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.2
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai:
• Xa = 100 ohm
• Xb = 100 ohm
• Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RC
Kesimpulan Prinsip Kerja:
Rangkaian RC seri digunakan untuk mempelajari efek kombinasi antara resistansi dan kapasitansi terhadap arus dan tegangan. Resistor menghambat arus secara linier, sedangkan kapasitor menghasilkan efek fase dan reaktansi. Melalui pengukuran arus dan tegangan serta perhitungan impedansi, mahasiswa dapat memahami perilaku rangkaian AC secara menyeluruh.
2. RLC Seri
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.4
b. Atur nilai beban R, L dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = L2 = 1 mH Xc = 10 uF
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumpersesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC seri
Kesimpulan Prinsip Kerja:
Rangkaian RLC seri menggabungkan efek resistif, induktif, dan kapasitif dalam satu jalur arus. Interaksi antara ketiga elemen ini memengaruhi impedansi total dan pergeseran fasa antara tegangan dan arus. Dengan memahami pengukuran dan perhitungan impedansi, kita bisa menganalisis karakteristik dinamis dari sistem AC secara menyeluruh.
3. RLC Paralel
a. Susunlah rangkaian seperti pada gambar 4.5
b. Atur nilai beban R dan C sesuai dengan kondisi yang dimiliki, dimana pada kit modul, nilai :
Xa = 100 ohm
Xb = 100 ohm
Xc = 100 ohm
c. Rangkailah rangkaian menggunakan kabel jumper sesuai dengan bentuk rangkaian yang sudah ada pada module kit
d. Hubungkan amperemeter dan voltmeter pada base station pada titik yang ditentukan
e. Hidupkan catu daya, atur tegangan sesuai jurnal
f. Ukur nilai arus dan tegangan yang terbaca pada titik yang ditentukan, catat pada jurnal
g. Ukur nilai tegangan pada masing masing beban, catat pada jurnal
h. Hitunglah nilai impedansi rangkaian menggunakan rumus impedansi rangkaian RLC paralel
Kesimpulan Prinsip Kerja:
Dalam rangkaian RLC paralel, tegangan di semua cabang sama, tetapi arus yang mengalir berbeda, tergantung dari nilai resistansi, reaktansi induktif, dan kapasitif.
Interaksi ketiganya memengaruhi arus total dan impedansi total dari rangkaian.
Rangkaian ini sangat berguna untuk mempelajari fenomena resonansi paralel, di mana dan arus total minimum (impedansi maksimum).
Melalui pengukuran tegangan dan arus di masing-masing cabang, serta perhitungan menggunakan rumus admittansi, dapat dipahami karakteristik kompleks dari sistem AC dalam konfigurasi paralel.
Video Percobaan RC Seri:
Video Percobaan RLC Seri:
Video Percobaan RLC Paralel:
A. Soal no 1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!
Jawab :
· Resistor (R) : tidak
mengubah sudut fasa ,tegangan dan arus sefasa ( θ = 0°)
· Induktor (L) :
menyebabkan arus tertinggal dari tegangan, sudut fasa positif ( θ = +
90 ) untuk induktor murni)
· Kapasitor (C) :
menyebabkan arus mendahului tegangan, sudut fasa negatif ( θ = -90° untuk
kapasitor murni)
Soal no 2. Analisa Impedansi pada
Rangkaian RC seri!
Jawab :
Rangkaian seri, impedansi total adalah jumlah masing-masing impedansi komponen.
Sudut fasa antara arus dan tegangan ditentukan dengan rumus θ = tan⁻¹(), Dimana tanda negatif menunjukkan
arus mendahului tegangan karena sifat kapasitif. Semakin besar nilai
kapasitansi, maka Xc mengecil dan sudut fasa mendekati 0° artinya rangkaian
semakin resistif. Sebaliknya jika XC besar sudut fasa mendekati -90°.
Soal no 3.Analisa Impedansi pada
Rangkaian RLC seri
Jawab :
Z = ,
= 2πfL , Xc=
, I=
Dapat dilihat hubungan rumus, impedansi
dipengaruhi oleh frekuensi , ketika f naik / besar, maka akan makin besar dan Xc
akan makin kecil. Nilai
dan Xc ini mempengaruhi impedansi
dan arus , semakin besar impedansi ,semakin kecil arus.
Soal no 4. Analisa Impedansi
pada Rangkaian RLC Paralel
Jawab :
Jika frekuensi tinggi, maka nilai dari
impedansi akan besar sehingga arusnya kecil. Pada saat f resonansi, impedansi
akan maksimum (sama besar dengan R) dan arus akan minimum.
Video Percobaan Rangkaian RC Seri [klik disini]
Video Percobaan Rangkaian RLC Seri [klik disini]
Video Percobaan Rangkaian RLC Paralel [klik disini]
Laporan Akhir [klik disini]
Comments
Post a Comment