LAPORAN AKHIR



1. Jurnal [Kembali]

  1. Hukum Ohm


R terbaca

V

I

R perhitungan

560

4,9 V0,01 A490 Ω

1000

4,9 V0,004 A1225 Ω

1200

4,9 V0,003 A1633,33 Ω



  1. Hukum Kirchoff

    1. Kirchoff 1


R terbaca

V

I 1,2,3

(pengukuran)

I total

I perhitungan

560

50,01 A0,025 A0,023 A 

680

50,007 A0,025 A0,023 A

750

50,006 A0,025 A0,023 A



  1. Kirchoff 2


R terbaca

I

V 1,2,3

(pengukuran)

V total

V

560

0,002 1,27355

680

0,0021,85455

750

0,0021,87355



3. Nodal.

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V=I.R)

Arus

Arus Node 

Terbaca 

Terukur

Ra

560Ω

440Ω

2,451V

5 mA

VRa=V1-V2

2,575V

Rb

620Ω

454Ω

1,004V

6 mA

VRb=V2-V3

0V

Rc

750Ω

466Ω

1,905V

5,5 mA

VRc=V3-V4

2,575V

Rd

1100Ω

539Ω

2,567V

7 mA

VRd=V2

2,575V

Re

20Ω

8Ω

1,555V

5 mA

VRe=V3-V5

2,575

Rg

1kΩ

1342Ω

0

5 mA

VRg=V5

0V

Tegangan terukur di Rg 0 karena arus terlalu kecil sedangkan resistansi nya  terlalu besar sehingga tegangan hampir tak terukur


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Hukum Ohm.

a.      Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah.

b.      Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi.

c.      Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.

Prinsip kerja: Hukum Ohm menyatakan bahwa arus listrik (I) yang mengalir melalui suatu penghantar sebanding dengan tegangan (V) yang diterapkan padanya dan berbanding terbalik dengan hambatan (R) penghantar tersebut. Jika tegangan dinaikkan, maka arus meningkat, asalkan hambatan tetap. Jika hambatan naik, arus turun jika tegangan tetap. Rumus: V = IR.

 

2.      Hukum Kirchoff.

a.      Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah.

b.      Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c.      Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.

                                


Prinsip kerja:

·        Hukum Kirchoff 1.

Jumlah arus listrik yang masuk ke suatu titik percabangan (node) sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut.

Rumus:

∑Imasuk = ∑Ikeluar

 

·        Hukum Kirchoff 2

Jumlah total tegangan dalam satu loop tertutup sama dengan nol. Ini karena energi yang diberikan oleh sumber tegangan akan habis oleh penurunan tegangan di resistor, beban, dll.

Rumus: ∑V = 0

(dengan tegangan naik positif dan tegangan turun negatif, atau sebaliknya)

        3. Nodal.

a.     

Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah. 

b.      Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c.      Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.

Prinsip kerja: : Metode nodal menggunakan Hukum Kirchoff I untuk menganalisis arus di node-node dalam rangkaian. Dengan menentukan tegangan di setiap node relatif terhadap suatu node referensi (ground), kita dapat menyelesaikan sistem persamaan untuk menemukan semua tegangan node.

Langkah-langkah umum:

  1. Pilih satu node sebagai ground (tegangan 0).
  2. Misalkan tegangan pada node lainnya sebagai variabel.
  3. Gunakan KCL (Kirchhoff I) di setiap node yang tidak diketahui.
  4. Selesaikan sistem persamaan simultan untuk menemukan tegangan.


3. Video Percobaan [Kembali]

Video Percobaan Hukum Ohm:


Video Percobaan Hukum Kirchoff 1:


Video Percobaan Hukum Kirchoff 2:


Video Percobaan Nodal:



4. Analisa[Kembali]

A.    Hukum Ohm.

1.      Bandingkan nilai resitansi terbaca dan resistansi perhitungan!

Jawab:

 

R terbaca

R perhitungan

R1

560 Ω

490 Ω

R2

1000 Ω

1225 Ω

R3

1200 Ω

1633,33 Ω

     

      Perbedaan nilai ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena adanya toleransi alat ukur pada saat pengukuran, dan kurangnya ketelitian dalam menaksir data.

 

B.     Hukum Kirchoff

1.      Bandingkan nilai arus total perhitungan dengan arus total pengukuran!

Jawab:

      I total pengukuran = 0,025 A

      I total perhitungan = 0,023 A

      Perbandingan antara nilai arus pengukuran dengan arus perhitungan memiliki selisih nilai 0,002. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal, seperti toleransi pada alat ukur, dan kurangnya ketelitian dalam menaksir data.

 

2.      Bandingkan nilai V total pengukuran dan V total perhitungan!

Jawab:

      V total pengukuran = 5 V

      V total perhitungan = 5 V

      Nilai antara  V total pengukuran dan V total perhitungan menunjukkan bahwa pengukuran dilakukan sesuai dengan Hukum Kirchoff 2.

 

C.    Nodal

1.      Bandingkan nilai resistansi terbaca dan terukur!

Jawab:

     

 

R terbaca

R terukur

RA

560 Ω

440 Ω

RB

620 Ω

454 Ω

RC

750 Ω

466 Ω

RD

1100 Ω

539 Ω

RE

20 Ω

8 Ω

RG

1000 Ω

1342 Ω

 

Nilai antara R terbaca dan R terukur menunjukkan nilai yang berbeda. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya karena resistor memiliki toleransi sehingga nilai sebenarnya bisa berbeda dari nilai pengukurannya.

 

2.      Bandingkan nilai tegangan terukur dan tegangan hasil perhitungan!

Jawab:

     

 

V terukur

V perhitungan

VRA

2,451 V

2,856 V

VRB

1,004 V

1,9536 V

VRC

1,905 V

-4,8096 V

VRD

2,567 V

2,144 V

VRE

1,555 V

0,1904 V

VRG

0 V

0 V

 

      Nilai antara tegangan terukur dan tegangan hasil perhitungan menunjukkan nilai yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu karena didalam perhitungan, semua elemen dianggap ideal (tidak ada hambatan dalam). Sedangkan dalam praktiknya, sumber tegangan memiliki hambatan dalam yang dapat mempengaruhi distribusi tegangan.


5. Download File[Kembali]

Video Percobaan Hukum Ohm [klik disini]

Video Percobaan Hukum Kirchoff 1 [klik disini]

Video Percobaan Hukum Kirchoff 2 [klik disini]

Video Percobaan Nodal [klik disini]

Laporan Akhir [klik disini]


Comments

Popular posts from this blog