TUGAS PENDAHULUAN M2
1. Penjelasan kondisi [Kembali]
Kondisi: Buatkanlah rangkaian Self Bias Transistor pada proteus menggunakan taransistor PNP dan jelaskan prinsip kerja rangkaian tersebut.
Jawab:
Rangkaian self bias transistor menggunakan resistor pada emitor untuk memberikan tegangan bias otomatis melalui umpan balik negatif. Resistor ini membuat tegangan basis-emitor bergantung pada arus emitor, sehingga kestabilan titik kerja transistor terjaga. Ketika arus kolektor meningkat, tegangan jatuh pada resistor emitor juga naik, menurunkan tegangan basis-emitor dan mengurangi arus, sehingga menjaga kestabilan operasi. Konfigurasi ini lebih stabil dibandingkan fixed bias karena mampu mengurangi pengaruh variasi transistor, meskipun penguatan sedikit berkurang akibat adanya umpan balik degeneratif.
Pada rangkaian ini, emitor dihubungkan ke sumber tegangan melalui resistor , sedangkan basis memperoleh bias melalui resistor . Transistor PNP pada self bias memiliki tiga kondisi operasi utama: cut-off (tidak menghantarkan karena basis-emitor tidak diberi bias maju), aktif (berfungsi sebagai penguat karena basis-emitor bias maju dan basis-kolektor bias mundur), serta saturasi (menghantarkan arus maksimum ketika kedua sambungan bias maju dan bekerja seperti saklar tertutup).
2. Prinsip Kerja Kondisi [Kembali]
Pada rangkaian ini, sumber utama +12 V memberikan tegangan ke seluruh rangkaian. Transistor yang digunakan adalah 2N2907, yaitu transistor PNP. Baterai 1,5 V (B1) berfungsi memberikan tegangan bias ke basis (B) transistor melalui resistor R3 sebesar 56 kΩ. Karena transistor PNP, arus konvensional mengalir dari emitor ke basis.
Tegangan pada basis lebih rendah daripada tegangan emitor sekitar 0,7 V, sehingga sambungan basis–emitor menjadi forward bias. Kondisi ini membuat transistor mulai menghantarkan arus dari emitor ke kolektor. Arus yang keluar dari emitor mengalir melalui resistor R2 (100 Ω) ke ground, sementara sebagian arus mengalir melalui jalur kolektor ke resistor R1 (68 Ω) yang terhubung ke +12 V.
Karena transistor menghantarkan arus, terjadi penurunan tegangan di R1 dan R2. Hasil pengukuran menunjukkan: tegangan di R1 sekitar 0,16 V, di R2 sekitar 0,24 V, tegangan emitor sekitar 11,6 V, dan tegangan basis 0,71 V terhadap titik referensi. Nilai-nilai ini menunjukkan transistor dalam kondisi aktif, artinya arus mengalir dari emitor ke kolektor secara terkontrol oleh arus basis.
Pada bagian kanan rangkaian terdapat osiloskop dengan empat kanal (A, B, C, D) yang memantau titik-titik berbeda pada rangkaian. Karena seluruh sumber tegangan bersifat DC, hasil tampilan osiloskop berupa garis lurus mendatar — ini menunjukkan bahwa tegangan pada titik-titik rangkaian bersifat tetap (tidak berubah terhadap waktu).
Jadi, alur kerjanya dari kiri ke kanan adalah: tegangan 1,5 V masuk melalui R3 memberi bias ke basis, transistor 2N2907 menjadi konduktif, arus mengalir dari emitor ke kolektor melewati R1 dan R2, dan seluruh titik tegangan DC terbaca stabil di osiloskop sebagai tegangan tetap (garis lurus).
3. Rangkaian Kondisi [Kembali]
4.Video Penjelasan Kondisi[Kembali]
5. Tugas Pendahuluan (Soft File)[Kembali]
- Download Tugas Pendahuluan [klik disini]
- Download File Rangkaian Kondisi [klik disini]
- Download Video Penjelasan Kondisi [klik disini]
- Download Datasheet Voltmeter [klik disini]
- Download Datasheet Resistor [klik disini]
- Download Datasheet Transistor [klik disini]
- Download Datasheet Osiloskop [klik disini]

Comments
Post a Comment